Kabut Asap Memburuk di Sarawak, Malaysia Pertimbangkan Rencana Perayaan Hari Kemerdekaan
Pemerintah Malaysia terus memantau penyebaran kabut asap akibat kebakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan perayaan Hari Kemerdekaan pada 31 Agustus mendatang.
Pemerintah Malaysia tengah memantau dan mempertimbangkan pelaksanaan perayaan Hari Kemerdekaan pada 31 Agustus mendatang menyusul kabut asap yang terus meluas dan memburuk, terutama di wilayah Sarawak.
Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan (NRES), Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, menyatakan bahwa ia akan membawa persoalan ini ke rapat kabinet apabila kondisi terus memburuk. Langkah tersebut diambil guna memprioritaskan keselamatan dan kesehatan masyarakat, sebab perayaan Hari Kemerdekaan maupun Hari Malaysia pada 16 September mendatang melibatkan aktivitas luar ruangan serta mobilitas warga dalam jumlah besar.
Dampak Kebakaran Hutan dan Penutupan Sekolah
Penurunan kualitas udara di sejumlah daerah di Malaysia dipicu oleh kabut asap kiriman dari kebakaran hutan di wilayah Indonesia, seperti Sumatra dan Kalimantan. Wilayah terdampak paling parah berada di Sarawak bagian selatan karena lokasinya yang berdekatan dengan Kalimantan.
Laporan awal menunjukkan dari 68 stasiun pemantauan kualitas udara di seluruh negeri, sebanyak tiga stasiun mencatat kualitas udara baik, 56 dalam kategori sedang, delapan tidak sehat, dan satu sangat tidak sehat. Akibat kabut asap yang terus memburuk di Sarawak, sebanyak 591 sekolah terpaksa ditutup dan diliburkan per Jumat.
Peningkatan Pemantauan dan Koordinasi
Menanggapi kondisi cuaca yang lebih kering dan bertambahnya titik panas, NRES bersama Departemen Meteorologi Malaysia dan Departemen Lingkungan telah meningkatkan kegiatan pemantauan. Selain itu, upaya koordinasi dengan negara-negara di kawasan ASEAN juga diperkuat.
Arthur menambahkan bahwa prakiraan cuaca yang lebih akurat untuk perayaan Hari Kemerdekaan baru dapat diperoleh empat atau lima hari sebelum tanggal 31 Agustus. Pemerintah Malaysia akan terus memantau situasi dan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan apabila kondisi semakin mengkhawatirkan.