Bentrokan Pecah di Slipi dan Pejompongan, Polisi Amankan 63 Terduga Perusuh Demo 27 Agustus
Bentrokan pecah di kawasan Slipi dan Pejompongan pada demo di jakarta hari ini setelah massa menolak dibubarkan. Polisi mengamankan 63 orang yang diduga berencana membuat kerusuhan dan menyita puluhan senjata tajam.
Situasi keamanan terkait demo di jakarta hari ini mengalami peningkatan tensi setelah ribuan massa aksi Demo 27 Agustus 2026 belum membubarkan diri hingga Kamis malam. Aksi penyampaian pendapat tersebut berujung pada bentrokan terbuka antara massa dan pihak kepolisian di kawasan Slipi serta Pejompongan. Padahal, terdapat 62 demo yang digelar di sejumlah wilayah Jakarta pada hari ini, dengan titik lokasi pengamanan berada di area Gedung DPR/MPR RI dan Monumen Nasional (Monas).
Untuk mengamankan jalannya unjuk rasa di sejumlah titik tersebut, sebanyak lebih dari 18.000 personel gabungan dikerahkan oleh aparat kepolisian. Petugas disiagakan terutama di sekitar area Gedung DPR/MPR RI guna menjaga ketertiban. Namun, situasi di lapangan memanas ketika sebagian massa aksi tidak membubarkan diri hingga malam hari dan terlibat kerusuhan di beberapa lokasi strategis.
Kronologi Bentrokan Demo di Jakarta Hari Ini di Slipi dan Pejompongan
Berdasarkan pantauan di lokasi, bentrokan antara massa dan aparat keamanan pecah sekira pukul 20.00 WIB. Massa yang berkumpul di Flyover Slipi enggan membubarkan diri meskipun aparat kepolisian telah berulang kali memberikan imbauan melalui pengeras suara. Massa yang berpakaian serba hitam di kawasan Flyover Slipi tersebut terus melempari segala macam benda ke arah petugas kepolisian.
Massa yang terindikasi masih berstatus pelajar turut terlibat dengan membawa sejumlah peralatan seperti bambu panjang dan mercon. Bentrokan tersebut pecah di Flyover Slipi arah Grogol serta di kawasan kolong Pejompongan. Peristiwa meletusnya bentrokan ini pada akhirnya menjadi tontonan warga yang berada di sepanjang Jalan Pejompongan Raya.
Eskalasi bentrokan kemudian melebar hingga ke area dekat Wisma BNI Pejompongan. Massa yang bertahan di Flyover Slipi terus melempari petugas dengan batu dan mercon secara beruntun. Kendati terus mendapat serangan lemparan dari arah massa, aparat kepolisian yang bersiaga tidak menanggapi tindakan tersebut dengan tembakan gas air mata.
Dampak dari bentrokan tersebut mengakibatkan kerusakan fasilitas. Satu pos polisi di Kolong Flyover Slipi dibakar oleh massa aksi. Untuk mengendalikan keadaan, petugas dari Pasukan Brimob dengan sepeda motor trail terus berupaya menghalau massa agar bergerak mundur dari kawasan tersebut.
Bentrokan yang kian melebar ke Jalan Pejompongan Raya juga diwarnai aksi pembakaran ban. Sejumlah ban dibakar di dekat perlintasan kereta Pejompongan. Imbas dari pembakaran ban di dekat jalur rel tersebut membuat Stasiun Palmerah ditutup sementara waktu demi keamanan perjalanan dan operasional.
Penangkapan 63 Orang Diduga Perusuh dan Jaringan Anarko
Sebelum bentrokan pecah pada malam hari, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolkam) Djamari Chaniogo mengatakan bahwa sejumlah orang yang diduga akan membuat kerusuhan di demo hari ini sudah ditangkap polisi. Djamari menyampaikan hal itu kepada wartawan di kawasan Gelora Bung Karno pada hari Kamis, dengan menjelaskan bahwa penahanan dan pemeriksaan terhadap beberapa orang tersebut sudah dilakukan sejak tadi malam.
Penindakan hukum tersebut dijelaskan lebih terperinci oleh Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya pada hari Kamis. Iman mengonfirmasi bahwa kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap 63 orang yang ditangkap terkait dugaan rencana pembakaran atau pembuat kerusuhan jelang Demo 27 Agustus di Jakarta.
Dari total 63 orang yang ditangkap, kepolisian membaginya ke dalam dua kelompok klaster penanganan. Sebanyak 10 orang diantaranya merupakan klaster pembiayaan, sementara 53 orang lainnya merupakan klaster pelaksana. Kelompok tersebut diduga melakukan konsolidasi untuk memperkuat narasi yang berkaitan dengan kelompok anarko serta berencana membuat kericuhan dalam aksi penyampaian pendapat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara oleh pihak kepolisian, kelompok tersebut diduga melakukan mobilisasi massa secara berjenjang. Proses mobilisasi massa pelaksana tersebut dilakukan melalui platform media sosial dan aplikasi komunikasi digital.
Penyitaan Puluhan Senjata Tajam dan Barang Bukti
Dalam penangkapan terhadap puluhan orang terduga perusuh tersebut, polisi mengamankan berbagai jenis barang bukti berbahaya. Di sisi kiri meja konferensi pers, dijejerkan 39 senjata tajam yang terdiri atas golok dan celurit, dua unit airsoft gun, serta satu tabung gas airsoft gun.
Selain senjata tajam dan airsoft gun, polisi juga menyita puluhan botol minuman beralkohol. Di depan meja, empat kardus berisi 48 botol kaca minuman intisari disusun rapi oleh petugas. Sementara itu, isi minuman beralkohol lainnya disimpan dalam 10 kantong plastik bening.
Di lokasi yang sama, terdapat pula dua banner yang dibentangkan di atas lantai. Satu banner berisi ajakan solidaritas untuk bencana alam di Nusa Tenggara Timur, sedangkan satu banner lainnya berisi informasi kegiatan musik di wilayah Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Penanganan terhadap kelompok perusuh dan pembiaya aksi anarkis ini menjadi fokus kepolisian dalam mengamankan rangkaian demo 27 agustus 2026. Aparat terus melakukan penegakan hukum dan pengamanan ketat guna menjaga kondusivitas wilayah pascabentrokan yang terjadi pada demo di jakarta hari ini.