Lewati ke konten utama
BebasInfo
Nasional

Trump Kecam Iran Usai Teheran Bantah Gelar Negosiasi Langsung dengan AS

Presiden Donald Trump melontarkan kecaman keras setelah Iran membantah tengah bernegosiasi lagi dengan Amerika Serikat, menegaskan blokade militer AS di Selat Hormuz akan berlanjut.

Oleh Development Admin
Trump Kecam Iran Usai Teheran Bantah Gelar Negosiasi Langsung dengan AS

Presiden Donald Trump melontarkan kecaman keras terhadap Iran setelah negara tersebut membantah sedang melakukan negosiasi lagi dengan Amerika Serikat (AS). Melalui unggahan di Truth Social pada Senin (3/8), Trump menyebut kepemimpinan Iran sangat bermuka dua karena secara terbuka membantah adanya pembicaraan langsung dengan Washington.

Menurut Trump, pihak Iran sebelumnya telah meminta, bahkan memohon, untuk memulai pembicaraan dengan jadwal pertemuan lanjutan yang sudah direncanakan dalam waktu dekat. Namun, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan pada hari Senin bahwa satu-satunya pembicaraan yang sedang berlangsung adalah dengan Oman terkait rencana pembagian kendali atas Selat Hormuz.

Blokade Militer dan Selat Hormuz

Pernyataan bantahan Iran bertolak belakang dengan klaim Trump sebelumnya, yang membatalkan rencana serangan udara besar-besaran terhadap Iran setelah mendapat permintaan dari sejumlah negara di kawasan dan Teheran. Trump menegaskan bahwa blokade militer AS terhadap Selat Hormuz, yang ia sebut sebagai Tembok Baja Amerika Serikat, akan terus berlanjut hingga tercapai kesepakatan atau penyerahan total.

Trump juga menepis klaim Iran mengenai kendali atas Selat Hormuz. Ia menegaskan jalur tersebut sudah sepenuhnya berada di bawah kendali Angkatan Laut AS, dan tidak ada apa pun yang dapat melewati selat menuju Iran tanpa izin dari AS.

Dinamika Perang AS-Iran

Sebelumnya, Trump bersama Israel meluncurkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Tujuan awal serangan tersebut mencakup penghancuran industri nuklir dan rudal Iran, serta mendorong pemberontakan rakyat untuk menggulingkan pemerintah Iran.

Kendati mendapat tekanan militer AS, lebih dari lima bulan kemudian Iran masih mampu meluncurkan rudal dan drone ke sasaran-sasaran militer AS dan sekutunya di kawasan, serta masih memiliki persediaan uranium yang telah diperkaya. Selain itu, serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz telah memberikan dampak besar terhadap perdagangan energi global dan memberi Teheran nilai tawar baru dalam bernegosiasi dengan Washington.

Berita Terkait