Lewati ke konten utama
BebasInfo
Teknologi

Masih Ada 269 Titik Blank Spot di Kaltim, Komdigi Dorong Paduan Teknologi Internet

Meski konektivitas di Kalimantan Timur telah mencapai 95,5%, masih terdapat 269 titik blank spot. Komdigi siapkan strategi paduan teknologi untuk pemerataan akses internet.

Oleh Development Admin
Masih Ada 269 Titik Blank Spot di Kaltim, Komdigi Dorong Paduan Teknologi Internet

Capaian konektivitas di Kalimantan Timur telah mencapai 95,5%. Kendati demikian, masih terdapat 269 titik blank spot yang belum memiliki akses internet di wilayah tersebut.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan bahwa titik blank spot ini perlu menjadi prioritas penyelesaian. Penanganan dapat diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BAKTI, hingga operator telekomunikasi.

Ubah Paradigma Pembangunan Konektivitas

Nezar menjelaskan bahwa pemerintah mulai mengubah paradigma pembangunan konektivitas nasional. Pemerataan internet tidak lagi hanya bergantung pada pembangunan BTS, melainkan memadukan berbagai jenis teknologi seperti BTS, fiber optik, hingga satelit sesuai pemetaan dan kondisi di lapangan.

"Kami memilih beberapa paduan teknologi yang paling sesuai sehingga efektif pada saat kita deliver layanan akses internet di desa," ujar Nezar.

Ia menambahkan, lokasi yang sulit ditembus dengan BTS dapat diarahkan memanfaatkan moda jaringan lain seperti satelit, sehingga layanan internet menjangkau masyarakat di daerah dengan medan sulit.

"Dengan sinergi yang kita lakukan, kita bisa saling menguatkan dan mewujudkan akses di beberapa titik yang memang dibutuhkan oleh masyarakat," tuturnya.

Pendekatan Pemprov Kaltim

Pendekatan serupa juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, mengatakan bahwa pihaknya memadukan berbagai teknologi sesuai kondisi wilayah.

Kalimantan Timur memanfaatkan kombinasi jaringan fiber optik, VSAT, hingga satelit untuk memperluas jangkauan konektivitas masyarakat.

Berita Terkait