Respons Keluhan Mahasiswa Undip, Mentan Amran Tinjau Langsung Pasokan Beras di Alor
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Alor, NTT, untuk memastikan pasokan dan harga beras terkendali setelah menerima aspirasi dari mahasiswa Undip.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (8/8/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan stok dan stabilitas harga beras di wilayah tersebut usai menerima keluhan langsung dari seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip).
Aspirasi mengenai dinamika harga beras disampaikan oleh Adriano Padama, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Undip asal Kabupaten Alor, saat Mentan Amran menjadi pembicara dalam Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Undip Tahun Akademik 2026/2027 pada Kamis (6/8/2026). Dalam acara tersebut, Adriano menyebutkan bahwa harga beras di daerah perkotaan Alor berkisar Rp 13.000 hingga Rp 15.000 per kilogram, sedangkan di wilayah pedalaman mencapai Rp 17.000 hingga Rp 18.000 per kilogram. Saat distribusi terganggu atau krisis, harga beras di pedalaman bahkan dapat melambung hingga Rp 25.000 sampai Rp 30.000 per kilogram.
Adriano menerangkan bahwa kebutuhan beras masyarakat Alor mencapai 24.000 hingga 27.000 ton per tahun, sementara produksi lokal baru mampu menyuplai sekitar 10 persen dari kebutuhan tersebut.
Penanganan Pasokan dan Bantuan Pangan
Menanggapi persoalan tersebut, Mentan Amran memutuskan membatalkan agenda rapat pimpinan di Jakarta dan langsung bertolak menuju Kabupaten Alor. Dalam kunjungannya bersama Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, Amran memastikan bahwa pasokan beras di gudang-gudang Perum Bulog dalam keadaan aman dengan harga sebesar Rp 13.000 per kilogram, sejajar dengan harga di Jakarta.
Pemerintah juga menyerahkan bantuan pangan tahap II untuk periode tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026, secara simbolis kepada masyarakat Alor. Kabupaten Alor menjadi wilayah pertama yang menerima penyaluran sekaligus tiga bulan tersebut, di mana sebanyak 37.338 Penerima Bantuan Pangan (PBP) memperoleh total 30 kg beras atau 10 kg per bulan.
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), penyaluran beras SPHP di Kabupaten Alor pada periode Maret hingga Juli 2026 telah terealisasi sebanyak 764.070 kg melalui Rumah Pangan Kita (RPK), pengecer pasar rakyat, serta Gerakan Pangan Murah (GPM). Ditambah penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP), total beras yang digelontorkan untuk masyarakat Alor telah mencapai 1,5 juta kg guna menjaga pasokan dan daya beli masyarakat di daerah kepulauan.