Perjuangan Buruh Pengupas Bawang di Pasar Legi Solo Bertahan Hidup dengan Upah Minim
Sejumlah buruh harian di Pasar Legi Solo menggantungkan hidup dari mengupas bawang dengan upah Rp 600 per kilogram demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Sejumlah buruh harian di Pasar Legi Solo terus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari melalui pekerjaan mengupas bawang. Salah satu buruh, Sukinem, mengungkapkan bahwa upah yang diterimanya sebesar Rp 600 per kilogram, atau setara Rp 10.000 untuk satu karung berisi 20 kilogram bawang pada Selasa (18/8/2026).
Sukinem telah terbiasa mengupas bawang sejak lulus dari sekolah dasar (SD) di Karanganyar. Karena ijazah SD miliknya hilang dan terbatasnya riwayat pendidikan serta keterampilan, ia bingung mencari pekerjaan lain. Dalam sehari, pendapatan yang diperolehnya berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 40.000, dan sempat mencapai Rp 50.000.
Selain Sukinem, terdapat buruh lansia bernama Sukirah (75) yang merantau dari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Sukirah tiba di Pasar Legi pukul 07.30 WIB dan selesai bekerja pukul 15.00 WIB. Ia menyebutkan upah yang didapatnya berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 20.000 untuk satu sampai dua karung bawang per hari. Sukirah juga menerima bantuan PKH sebesar Rp 600.000 per tiga bulan.
Proses mengupas bawang membutuhkan waktu cukup lama dan kecermatan. Jika kulit bawang tebal dan buahnya remuk saat dibelah, bawang tersebut tidak laku dijual dan buruh bisa dimarahi oleh pemilik usaha. Rata-rata buruh hanya mampu menyelesaikan empat karung dalam sehari.
Buruh lainnya, Tari, tiba di pasar sejak pukul 07.00 WIB dan selesai bekerja pada pukul 15.30 WIB. Untuk menghemat pengeluaran, para pekerja memilih membawa nasi dan minum sendiri dari rumah. Tari mengaku hasil pekerjaannya tidak bisa ditabung karena langsung habis untuk mencukupi kebutuhan harian.