Kapten Ajax Davy Klaassen melontarkan sindiran: "Jika saya membandingkannya dengan Vojvodina dan Shelbourne, PEC Zwolle..."
"Hari ini kami tidak bermain sebaik yang kami inginkan," kata kapten Ajax itu dengan realistis dalam perbincangannya dengan Cristian Willaert dari ESPN. "Terlalu minim kejutan dalam permainan kami. Hari ini, sama sepert.
"Hari ini kami tidak bermain sebaik yang kami inginkan," kata kapten Ajax itu dengan realistis dalam perbincangannya dengan Cristian Willaert dari ESPN. "Terlalu minim kejutan dalam permainan kami. Hari ini, sama seperti pekan lalu, kami lolos dari situasi itu. Tetapi ini bukan seperti yang kami inginkan.". Davy Klaassen menatap kembali laga pertama Eredivisie musim ini dengan perasaan campur aduk. Bertandang ke markas PEC Zwolle, Ajax mengalami kesulitan besar, tetapi tetap mampu menang 0-2 berkat gol-gol telat dari Jorthy Mokio dan Julian Brandt.
Kamis mendatang Ajax masih harus menuntaskan tugas saat leg kedua melawan Shelbourne, tetapi melihat pernyataannya, Klaassen tampaknya tidak memperkirakan akan ada masalah terlalu besar. Klub asal Amsterdam itu mempertahankan keunggulan 3-1. Klaassen juga mengakui bahwa kartu merah Sherell Floranus membantu para pemain Ajax melewati titik sulit. "Permainan hari ini jelas memang lebih buruk dibandingkan banyak pertandingan yang sudah kami mainkan sebelumnya.".
Klaassen juga menilai PEC Zwolle berada jauh di atas FK Vojvodina dan Shelbourne FC, lawan yang dihadapi Ajax pada babak kualifikasi Liga Konferensi. "Kalau saya bandingkan dengan Vojvodina dan Shelbourne, PEC Zwolle memang jauh lebih baik," demikian penilaian kerasnya terhadap lawan-lawan dari Serbia dan Irlandia itu. Pada leg pertama Kamis lalu melawan Shelbourne, tim asuhan MÃchel menciptakan peluang demi peluang, tetapi melawan PEC pada hari Minggu situasinya berbeda. Menurut Klaassen, absennya Mika Godts jelas berperan dalam hal itu. "Kami kehilangan kedalaman di lapangan. Kami juga membahas itu saat jeda, bahwa kami harus memberi lebih banyak tekanan pada lini terakhir mereka lewat pergerakan tanpa bola. Kami melakukannya dengan lebih baik pada babak kedua.".