Lewati ke konten utama
BebasInfo
Bisnis

Aturan Metodologi Indeks Dividen Asia Pasifik MSCI Diperbarui, Batas Bobot Saham Ditekan ke 10%

MSCI mengumumkan pembaruan metodologi pada MSCI AC Asia Pacific Select High Dividend Index yang berlaku mulai 1 September 2026, termasuk pemangkasan batas bobot saham menjadi 10%.

Oleh Development Admin
Aturan Metodologi Indeks Dividen Asia Pasifik MSCI Diperbarui, Batas Bobot Saham Ditekan ke 10%

Penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi mengumumkan pembaruan metodologi untuk MSCI AC Asia Pacific Select High Dividend Index. Penyesuaian aturan ini dilakukan guna meningkatkan diversifikasi portofolio dan menjaga keseimbangan eksposur antarwilayah, serta akan mulai berlaku efektif pada 1 September 2026.

Dalam perubahan utama ini, MSCI menurunkan batas maksimum bobot (weight) untuk setiap saham menjadi 10%. Selain itu, MSCI turut memperbarui mekanisme interim capping, yakni penyesuaian bobot di luar jadwal peninjauan rutin. Penyesuaian bobot sementara tersebut nantinya bakal dilaksanakan dua kali dalam setahun, yaitu pada hari perdagangan terakhir di bulan Maret dan September.

Terkait mekanisme interim capping, MSCI menerapkan alokasi regional bersyarat 60%:40%. Ketentuan ini diaktifkan jika gabungan bobot saham Australia dan Jepang melebihi 40% dari total indeks. Apabila kondisi tersebut terjadi, kelebihan bobot dari kedua negara akan dialihkan secara proporsional ke kelompok saham Hong Kong yang terdaftar dalam skema Southbound Connect.

Di samping itu, MSCI juga menambahkan mekanisme penanganan khusus apabila terjadi pelanggaran batas bobot (capping constraints) selama periode proforma, yakni masa simulasi sebelum perubahan komposisi indeks diberlakukan secara resmi.

Indeks ini dikenal memuat saham-saham teratas yang memenuhi kriteria imbal hasil dividen dari pasar terpilih di wilayah Asia Pasifik. Dalam menentukan komposisi konstituennya, MSCI mengacu pada beberapa indikator, seperti rata-rata nilai transaksi harian selama 12 bulan (12-month Average Traded Value/ATV), rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio), dividen per saham, kapitalisasi pasar emiten, hingga harga saham terkini menjelang proses rebalancing.

Berita Terkait